Minggu, 14 Oktober 2012

sarana dan prasarana



Tuntutan zaman pada pendidikan tinggi di Indonesia saat ini adalah bahwa sebuah institusi pendidikan harus mampu memberikan kontribusi pada peningkatan nation competiteveness yang menghasilkan “pendidikan berkualitas” bagi keunggulan bangsa.

Tuntunan ini dijawab oleh UIN Sunan Kalijaga dengan memformulasikan sejumlah keunggulan sebagai Tempat Pendidikan. Di antara keunggulan itu adalah kajian keilmuan yang integrative-interkonektif, standarisasi mutu lulusan, standarisasi mutu pelayanan, IT yang terintegrasi, kerja sama dalam dan luar negeri, serta Piloting Research Center.

Tidak cukup sekedar konsep, sarana dan prasarana yang menunjang untuk merealisasikan formula keunggulan itu telah dibangun juga di UIN Sunan Kalijaga, seperti masjid, perpustakaan, laboratorium, poliklinik, pascasarjana, pusat administrasi, pusat computer, Research Center, Theatrical Class, Student Center, Multipurpose Building, Sport Venue, Campus Service Center, Language and Culture Center, University Club House, University Press, Play Group, Guest House, Training Center, dan Lecture Hall.

Selain dapat menikmati taman dan parkir kendaraan yang memadai, seluruh sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga melakukan proses belajar mengajar di gedung-gedung baru yang memiliki ruang-ruang representative dan media pembelajaran yang berbasis IT. Kinerja mereka pun didukung pula dengan adanya anjungan-anjungan computer, anjungan mesin absensi, peralatan laboratorium terpadu, peralatan sistem informasi terpadu, peralatan poliklinik, peralalatan multimedia center, laboratorium psikologi, laboratorium bahasa, dan system pelayanan perpustakaan dengan Electric Library Information Management System (ELIMS), dengan system pengkodean RFID (Radio Frecuncy Identify) yang tercanggih di Indonesia.
Top of Form

sekilas UIN



1951-1960
Periode Rintisan
Periode ini dimulai dengan Penegerian Fakultas Agama Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN) yang diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950 Tanggal 14 Agustus 1950 dan Peresmian PTAIN pada tanggal 26 September 1951. Pada Periode ini, terjadi pula peleburan PTAIN (didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950) dan ADIA (didirikan berdasarkan Penetapan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1957) dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1960 Tanggal 9 Mei 1960 tentang Pembentukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dengan nama Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah. pada periode ini, PTAIN berada di bawah kepemimpinan KHR Moh Adnan (1951-1959) dan Prof. Dr. H. Mukhtar Yahya (1959-1960)
1960-1972
Periode Peletakan Landasan
Periode ini ditandai dengan Peresmian IAIN pada tanggal 24 Agustus 1960. Pada periode ini, terjadi pemisahan IAIN. Pertama berpusat di Yogyakarta dan kedua, berpusat di Jakarta berdasarkan Keputusan Agama Nomor 49 Tahun 1963 Tanggal 25 Februari 1963. Pada periode ini, IAIN Yogyakarta diberi nama IAIN SUnan Kalijaga berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 1965 Tanggal 1 Juli 1965. Pada periode ini telah dilakukan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, dimulai dengan pemindahan kampus lama (di Jalan Simanjuntak, yang sekarang menjadi gedung MAN 1 Yogyakarta ) ke kampus baru yang jauh lebih luas (di Jalan Marsda Adisucipto Yogyakarta). Sejumlah gedung fakultas dibangun dan di tengah-tengahnya dibangun pula sebuah masjid yang masih berdiri kokoh. Sistem pendidikan yang berlaku pada periode ini masih bersifat 'bebas' karena mahasiswa diberi kesempatan untuk maju ujian setelah mereka benar-benar mempersiapkan diri. Adapun materi kurikulumnya masih mengacu pada kurikulum Timur Tengah (Universitas Al-Azhar, Mesir) yang telah dikembangkan pada masa PTAIN. Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga berada di bawah kepemimpinan Prof. RHA Soenarjo, SH (1960-1972).
1972-1996
Periode Peletakan Landasan Akademik
Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga dipimpin secara berturut-turut oleh Kolonel Drs. H. Bakri Syahid (1972-1976), Prof. H. Zaini Dahlan, MA (selama 2 masa jabatan: 1976-1980 dan 1980-1983), Prof. Dr. HA Mu'in Umar ( 1983-1992) dan Prof. Dr. Simuh (1992-1996). Pada periodeini, pembangunan sarana prasarana fisik kampus meliputi pembangunan gedung Fakultas Dakwah, Perpustakaan, Program Pascasarjana, dan Rektorat dilanjutkan. Sistem pendidikan yang digunakan pada periode ini mulai bergeser dari 'sistem liberal' ke 'sistem terpimpin' dengan mengintrodusir 'sistem semester semu' dan akhirnya 'sistem kredit semester murni'. Dari segi kurikulum, IAIN Sunan Kalijaga telah mengalami penyesuaian yang radikal dengan kebutuhan nasional bangsa Indonesia. Jumlah fakultas bertambah menjadi 5 (lima); yaitu Fakultas Adab, Dakwah, Syari'ah, Tarbiyah dan Ushuluddin. Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dibuka pada periode ini, tepatnya pada tahun akademik 1983/1984. Program Pascasarjana ini telah diawali dengan kegiatan-kegiatan akademik dalam bentuk short courses on Islamic studies dengan nama Post Graduate Course (PGC) dan Studi Purna Sarjana (PPS) yang diselenggarakan tanpa pemberian gelar setingkat Master. Untuk itu, pembukaan Program pAscasarjana pada dasawarsa delapan puluhan tersebut telah mengukuhkan fungsi IAIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga akademik tingkat tinggi setingkat di atas Program Strata Satu.
1996-2001
Periode Pemantapan Akademik dan Manajemen
Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga berada di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Atho Mudzhar (1997-2001). Pada periode ini, upaya peningkatan mutu akademik, khususnya mutu dosen (tenaga edukatif) dan mutu alumni, terus dilanjutkan. Para dosen dalam jumlah yang besar didorong dan diberikan kesempatan untuk melanjutkan studi, baik untuk tingkat Magister (S2) maupun Doktor (S3) dalam berbagai disiplin ilmu, baik di dalam maupun di luar negeri. Demikian pula peningkatan sumber daya manusia bagi tenaga administratif dilakukan untuk meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan administrasi akademik. Pada periode ini, IAIN Sunan Kalijaga semakin berkonsentrasi untuk meningkatkan orientasi akademiknya dan mengokohkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi. Jumlah tenaga dosen yang bergelar Doktor dan Guru Besar meningkat disertai dengan peningkatan dalam jumlah koleksi perpustakaan dan sistem layanannya.
2001-2010
Periode Pengembangan Kelembagaan
Periode ini dapat disebut sebagai 'Periode Trasformasi', karena, pada periode ini telah terjadi peristiwa penting dalam perkembangan kelembagaan pendidikan tinggi Islam tertua di tanah air, yaitu Transformasi Institut Agama ISlam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 2004 Tanggal 21 Juni 2004. Deklarasi UIN Sunan Kalijaga dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2004. Periode ini di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah (2001-2005) dengan Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, MA., Ph.D, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Drs. H. Masyhudi, BBA, M.Si. dan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Ismail Lubis, MA (Almarhum) yang kemudian digantikan oleh Dr. Maragustam Siregar, MA. Pada periode kedua (2006-2010) dari kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah telah dibentuk Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama. Dengan ditetapkannya keberadaan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama, maka kepemimpinan UIN Sunan Kalijaga pada periode kedua ini adalah sebagai berikut : PEmbantu Rektor Bidang Akademik, Dr. H. Sukamta, MA, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum, Dr. H. Tasman Hamami, MA, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Maragustam Siregar, MA, dan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama dijabat oleh Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, MA. Perubahan Institut menjadi universitas dilakukan untuk mencanangkan sebuah paradigma baru dalam melihat dan melakukan studi terhadap ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, yaitu paradigma Integrasi interkoneksi. Paradigma ini mensyaratkan adanya upaya untuk mendialogkan secara terbuka dan intensif antara hadlarah an-nas, hadlarah al-ilm, dan hadlarah al-falsafah. Dengan paradigma ini, UIN Sunan Kalijaga semakin menegaskan kepeduliannya terhadap perkembangan masyarakat muslim khususnya dan masyarakat umum pada umumnya. Pemaduan dan pengaitan kedua bidang studi yang sebelumnya dipandang secara dimatral berbeda memungkinkan lahirnya pemahaman Islam yang ramah, demokratis, dan menjadi rahmatan lil 'alamin.
2010-2011
Periode Kebersamaan dan Kesejahteraan
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor : B.II/3/16522/2010 Tanggal 6 Desember 2010, Guru Besar Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam diberi tugas tambahan sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta masa jabatan 2010-2014. Periode di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Musa Asy’arie dibantu oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag., Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag., Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. H. Akhmad Rifa’i, M.Phil. dan Pembantu Rektor Bidang Kerja sama Prof. Dr. H. Siswanto Masruri, MA.

Visi & misi



Visi:
Menjadi universitas yang unggul dalam bidang akademik, profesional, efisien, efektif, dan akuntabel untuk memajukan peradaban bangsa.

Misi:
Mengembangkan sumber daya akademik universitas untuk peningkatan kualitas penelitian, pembelajaran dan pengembangan masyarakat
Mengembangkan sistem manajemen dan kelembagaan universitas yang sehat dan harmonis
Memperluas jaringan kerjasama secara kreatif dan inovatif untuk peningkatan kesejahteraan

Senin, 08 Oktober 2012

Resensi Film Spy Kids All The Time In The Worlds


1. Identitas Film
a.       Judul Film             : Spy Kids All The Time in The World
b.      Genre Film            : Petualangan, keluarga
c.       Tanggal Rilis Film  : 19 Agustus 2011
d.       Sutradara             : Robert Rodriguez
e.       Penulis Naskah     : Robert Rodriguez
f.       Produser               : Robert Rodriguez
g.      Distributor             : Dimension Film
h.      Durasi                   : 123 menit
i.        Produksi               : Trouble Maker Studios
j.        Dana                    : US$ 40 Juta
    2. Pemeran Utama
a.       Rowan Blanchard sebagai Rebbeca Wilson
b.      Mason Cook sebagai Cecil Wilson
c.       Jessica Alba sebagai Marissa Cortez Wilson
d.      Antonio Banderas sebagai Gregorio Cortez
e.       Danny Trejo sebagai Isador Machete Cortez
f.       Alexa Vega sebagai Carmen Cortez
g.      Daryl Sabara sebagai Juni Cortez
3.      Sinopsis Film
Marrisa Cortez Wilson (Marrisa) adalah mantan agen rahasia dari OSS (Organitation of Super Spies). Marissa menikah dengan Wilson Wilbur (Wilbur) yang sudah mempunyai dua anak dari pernikahan pertamanaya. Marrisa menjadi ibu tiri Rebecca dan Cecil yang merupakan anak Wilbur.
Rebecca dan Cecil sangat membenci Marissa. Mereka terus berusaha menjahii Marissa. Rebecca dan Cecil tidak tahu bahwa Marissa sdalah mantan agen rahasia. Ayah mereka pun tidak tahu, karena dia sangat sibuk dengan pekerjaannya sebagai presenter TV.
Tiba-tiba rebecca dipanggil oleh OSS kembali, karena ada masalah. Yaitu Tick Tock si pencuri disk mini Armagedon telah lepas dari OSS. Tick Tock bersama dengan The Time Kepper ingin menghancurkan dunia dengan mempercepat waktu sampai pada akhir. Satu titik kunci yang terpenting untuk mencapai misi The Time Kepper tersebut adalah dengan Batu Shapire Chronos yang ditemukan pada misi Armagedon oleh para agen OSS terdahulu. Dan batu itu sekarang berada di kalung milik Rebecca. Kalung itu diberikan oleh Marissa kepada Rebecca yang merupakan turun temurub dari ibunya Marissa.
Dengan terpaksa Rebecca dan Cecil ditemani oleh Argonout robot anjing ciptaan Marrisa harus  bekerja sama dengan ibu tiri mereka untuk menyelamatkan dunia, dibantu juga oleh Carmen dan Juni mantan anggota Spy Kids. Mereka hampir saja mengalahkan The Time Kepper, tetapi tiba-tiba kalung Saphire Chronos berhasil diambil oleh Tick Tock. Tetapi berkat bantuan sang ayah (Wilbur) kalung itu dapat diambil kembali, Dan dunia pun selamat dari misi the time kepper.
4.      Alat-Alat Cybermedia yang Digunakan
a.  Teropong   : keguanaan alat ini untuk mengumpulkan gelombang eradiasi  elektromagnetik kemunidan membentuk citra dari obyek yang diamati.
b.   Earphone  : kegunaan alat ini untuk mengubah energi listrik menjadi  gelombang suara, yang pemakaiannya dengan memasangkan pada terlinga.
c.       Telephone  :  kegunaan alat ini adalah untuk berkomunikasi jarak jauh.
d.   Handphone:  kegunaan alat ini adalah untuk berkomunikasi jarak jauh dan, alat dapat dibawa kemana-mana.
e.       Holography:   digunakan untuk mengirim atau menghadirkan suatu benda atau pun manusia tanpa harus didatangkan secara langsung. Benda atau manusia yang dihadirkan pun dalam bentuk 3D, sehingga terlihat nyata
f.       Komputer  : alat ini digunakan untuk mempermudah manusia dalam mengolah data dan angka.

5.      Kelemahan dan Kelebihan Film
Kelemahan film ini adalah di dalam fil ini menggunakan alur maju mundur, yang pada akhirnya penonton yang kebanyakan anak-anak perlu berfikir lebih berat dalam memahami maksud dari si penulis naskah.
Kelebihan film ini adalah film ini dapat membuka imajinasi kita, bahwa dengan kecanggihan tekhnologi semua akan menjadi lebih mudah. Serta membuka impian kita bahwa tidak ada yang tidak mungkin, karna dunia IT yang semakin berkempang. Film ini juga memberikan satu sisi positif dimana ibu tiri yang dianggap sebagian orang itu jahat, ternyata tidak, Karena ternyata masih banyak juga ibu tiri yang sayang sepeti ibu kandung. 

6.      Kesimpulan
Film ini bagus dan menarik. Pesan yang paling penting adalah, sesibuk apapun kegiatan kita, sempatkan waktu atau khususkan waktu kita untuk orang-orang yang kita sayangi, karena disaat waktu itu telah habis yang ada tinggalah penyesalan, karena waktu tidak akan pernah bisa kembali.

                                                                                                                       Oleh: ULIN UMI AZMI
                                                                                                                                                                         10210067

Analisa Jejaring Sosial buatan Indonesia DIGLI vs FACEBOOK

          Jejaring Sosial adalah hubungan struktur sosial yang dibentuk seperti simpul, yaitu individu-individu yang saling berhubunga...